27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
BMKG jelaskan misteri suhu Jakarta yang malamnya dingin tapi siang hari panas menyengat. Cari tahu penyebab cuaca ekstrem ini dan bagaimana dampaknya pada warga Jakarta!

Misteri suhu Jakarta yang dingin di malam hari namun panas menyengat di siang hari akhirnya terungkap. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati Wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih rendah. Jakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir mengalami cuaca dingin pada malam hingga pagi hari, sementara siang hari terasa sangat panas.

Apa yang Terjadi?

Beberapa warga Jakarta dan sekitarnya melaporkan bahwa cuaca di daerah mereka pada malam hingga pagi hari cenderung dingin. Saiful, seorang warga Bekasi, mengatakan bahwa malam hari menjadi terasa dingin, bahkan sampai subuh. “Kalau malam hari jadi terasa dingin. Biasanya sampai subuh, cuaca lebih dingin,” katanya. Sejumlah warganet juga melaporkan cuaca dingin yang terasa saat malam hari. Berdasarkan data BMKG, suhu di Jakarta dan sekitarnya pada malam hari berkisar antara 25 derajat hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 76 persen dan kecepatan angin 1,9 km/jam.

🔖 Baca juga:
Satelit Tunjukkan Kalimantan Terselubung Putih Saat Karhutla, Gambaran Mengkhawatirkan Bumi yang Membara di Antariksa

Mengapa Fenomena Ini Terjadi?

BMKG menjelaskan bahwa fenomena cuaca dingin di Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati Wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih rendah. “Angin ini bersifat kering dan sedikit membawa uap air, sehingga pada malam hari suhu mencapai titik minimumnya dan udara terasa lebih dingin,” jelas BMKG. Selain itu, fenomena cuaca dingin pada musim kemarau juga umum terjadi dan dikenal sebagai fenomena Bediding.

Menurut BMKG, fenomena Bediding terjadi karena jarang terjadinya hujan dan tutupan awan yang berkurang pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan panas permukaan bumi akibat radiasi Matahari lebih cepat dan lebih banyak yang dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang. Kemudian, curah hujan yang kurang juga menyebabkan kelembapan udara juga rendah yang berarti uap air di dekat permukaan bumi juga sedikit. Bersamaan dengan kondisi langit yang cenderung bersih dari awan, maka panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepaskan ke atmosfer luar. Hal tersebut membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

🔖 Baca juga:
BMKG Temukan 4.200 Titik Panas, Kalimantan Menjadi Pusat Kebakaran Terbesar di Indonesia Selama Musim Panas Ini

Apa Artinya Ini ke Depan?

Fenomena cuaca dingin pada malam hari dan panas pada siang hari di Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan terus terjadi selama musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan. “Kondisi ini umum terjadi pada wilayah Indonesia dekat khatulistiwa hingga bagian utara. Pada wilayah ini, meski pagi hari cenderung lebih dingin namun pada siang hari udara akan terasa lebih panas,” jelas BMKG. Dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masyarakat Jakarta dan sekitarnya diharapkan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem. Dengan memahami fenomena cuaca dingin pada malam hari dan panas pada siang hari, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan. Selain itu, BMKG juga diharapkan untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Siap Berikan Stimulus Korban PHK dan Dampak El Nino, Ini 3 Fakta Penting

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260710200649-641-1379333/kenapa-jakarta-hingga-bekasi-dingin-saat-malam-tapi-panas-kala-siang, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *