26 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kebakaran TPA Jatiwaringin sulit dipadamkan karena titik api tersembunyi di bawah permukaan. Pakar BRIN ungkap alasan kebakaran membandel dan cara efektif memadamkannya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Wahyu menjelaskan bahwa kondisi ini serupa dengan kebakaran lahan gambut di mana api tidak terlihat di permukaan, tetapi asap terus mengepul dari wilayah yang terbakar. Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi karena adanya pertemuan tiga unsur, yaitu bahan bakar, oksigen, dan sumber panas atau penyalaan. Di area TPA, bahan bakar tersedia dalam jumlah besar berupa sampah yang mudah terbakar, seperti plastik, kertas, tekstil, kayu, karet, serta material organik yang telah mengering.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Wahyu menyebutkan bahwa setiap TPA memiliki risiko kebakaran, terlebih di musim kemarau yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Risiko kebakaran ini perlu dikenali sejak awal melalui perbaikan operasi, pemantauan kondisi timbunan, pengelolaan gas, deteksi hotspot, pengawasan sumber api, serta kesiapsiagaan yang ditingkatkan pada musim kemarau. Pemerintah daerah perlu memiliki rencana yang jelas untuk mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir di TPA.

🔖 Baca juga:
Komdigi Pastikan Aturan Ojol dan Kurir Barang Tak Disamakan

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Wahyu, tidak ada satu teknologi yang tepat untuk semua jenis sampah dan semua daerah. Pendekatan yang lebih tepat adalah memilih teknologi berdasarkan karakteristik sampah, skala timbulan, kondisi wilayah, kesiapan infrastruktur, pasar produk, serta kemampuan pembiayaan dan pengoperasian jangka panjang. “Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa teknologi bukan sekadar membeli peralatan. Keberhasilan sangat bergantung pada kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah, kualitas operasi dan pemeliharaan, kompetensi operator, sistem pemantauan, serta kepastian pengelolaan produk dan residunya,” katanya.

🔖 Baca juga:
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembegal Mahasiswa di Lampung, Satu Orang Masih Diburu

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Wahyu menjelaskan bahwa sampah organik dapat dikurangi melalui pengomposan, biodigester atau anaerobic digestion, serta teknologi biokonversi tertentu. Material yang masih bernilai perlu dipilah dan dikembalikan ke rantai daur ulang. Dengan demikian, kebakaran TPA Jatiwaringin dapat dijadikan pelajaran berharga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di TPA lainnya.

🔖 Baca juga:
Ade Jona Resmi Jadi Ketum Hipmi, Hasil Munas XVIII Lampung

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260710164400-199-1379252/pakar-brin-ungkap-penyebab-kebakaran-tpa-jatiwaringin-sulit-padam, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *