25 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Moettaqien, eks Pj Wali Kota Tebingtinggi, terjerat kasus korupsi Smarboard Rp 600 juta. Bagaimana skandal korupsi ini terungkap dan apa konsekuensi bagi Moettaqien?

Skandal Korupsi Smartboard Rp 600 Juta

Moettaqien, mantan Pj Wali Kota Tebingtinggi yang kini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, terjerat dalam kasus korupsi pengadaan smartboard senilai Rp 14 miliar. Kasus ini bermula dari pengadaan 93 smartboard yang diduga melibatkan Moettaqien dalam penerimaan uang komitmen fee sebesar Rp 600 juta.

Moettaqien, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, diduga menerima uang sebesar Rp 600 juta sebagai komitmen fee dari pengadaan 93 smartboard senilai Rp 14 miliar. Uang tersebut disebut diterima melalui sopirnya. Ketika diwawancarai usai sidang, Moettaqien hanya menjawab singkat dan tidak banyak berkomentar.

🔖 Baca juga:
Drama Penarikan Motor, Ratusan Ojol Geruduk Kantor Debt Collector di Margahayu Bandung Malam Tadi

Apa yang Terjadi?

Fatimah, pihak PT Gunung Mas selaku perusahaan pemenang tender, mengungkapkan bahwa ada permintaan uang Rp 600 juta oleh seorang bernama Bahrun Walidin atau Baron. Dalam percakapan keduanya, Baron mengatakan bahwa uang itu akan diserahkan kepada Pj Wali Kota. Fatimah menceritakan bahwa dia berkenalan dengan Baron pada tahun 2019 lalu, saat Baron menawarkan proyek pengadaan papan tulis pintar.

Mengapa dan Dampak

Kasus korupsi ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan akuntabilitas pejabat publik dalam mengelola proyek pengadaan barang dan jasa. Moettaqien, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, harus mempertanggungjawabkan perannya dalam kasus ini. Dampak dari kasus ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pejabat publik.

🔖 Baca juga:
Sopir Truk Tewas di Denpasar, Lampu Hijau Tidak Berdampak pada Keamanan Lalu Lintas

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus korupsi smartboard Rp 600 juta ini masih harus melalui proses hukum yang panjang. Moettaqien dan pihak-pihak terkait lainnya harus mempertanggungjawabkan perannya dalam kasus ini. Masyarakat juga harus terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut pertanggungjawaban dari pejabat publik. Dengan demikian, diharapkan kasus korupsi seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/medan-terkini/1802351/awal-mula-eks-pj-wali-kota-tebingtinggi-moettaqien-disebut-terima-uang-korupsi-smarboard-rp-600-juta, without altering the facts of the original article.

🔖 Baca juga:
Tragedi Meninggalnya Anisa, Calon Manajer Kopdes Asal Lamongan yang Menghebohkan

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *