8 Juli 2026
featured_image

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat
Moettaqien, eks Pj Wali Kota Tebingtinggi, terjerat kasus korupsi Smarboard Rp 600 juta. Bagaimana skandal korupsi ini terungkap dan apa konsekuensi bagi Moettaqien?

Skandal Korupsi Smartboard Rp 600 Juta

Moettaqien, mantan Pj Wali Kota Tebingtinggi yang kini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, terjerat dalam kasus korupsi pengadaan smartboard senilai Rp 14 miliar. Kasus ini bermula dari pengadaan 93 smartboard yang diduga melibatkan Moettaqien dalam penerimaan uang komitmen fee sebesar Rp 600 juta.

Moettaqien, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, diduga menerima uang sebesar Rp 600 juta sebagai komitmen fee dari pengadaan 93 smartboard senilai Rp 14 miliar. Uang tersebut disebut diterima melalui sopirnya. Ketika diwawancarai usai sidang, Moettaqien hanya menjawab singkat dan tidak banyak berkomentar.

Apa yang Terjadi?

Fatimah, pihak PT Gunung Mas selaku perusahaan pemenang tender, mengungkapkan bahwa ada permintaan uang Rp 600 juta oleh seorang bernama Bahrun Walidin atau Baron. Dalam percakapan keduanya, Baron mengatakan bahwa uang itu akan diserahkan kepada Pj Wali Kota. Fatimah menceritakan bahwa dia berkenalan dengan Baron pada tahun 2019 lalu, saat Baron menawarkan proyek pengadaan papan tulis pintar.

Mengapa dan Dampak

Kasus korupsi ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan akuntabilitas pejabat publik dalam mengelola proyek pengadaan barang dan jasa. Moettaqien, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satpol PP Sumatera Utara, harus mempertanggungjawabkan perannya dalam kasus ini. Dampak dari kasus ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pejabat publik.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus korupsi smartboard Rp 600 juta ini masih harus melalui proses hukum yang panjang. Moettaqien dan pihak-pihak terkait lainnya harus mempertanggungjawabkan perannya dalam kasus ini. Masyarakat juga harus terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut pertanggungjawaban dari pejabat publik. Dengan demikian, diharapkan kasus korupsi seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/medan-terkini/1802351/awal-mula-eks-pj-wali-kota-tebingtinggi-moettaqien-disebut-terima-uang-korupsi-smarboard-rp-600-juta, without altering the facts of the original article.

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *