22 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Pansus DPRD DKI Jakarta ungkap solusi atasi tumpukan sampah di Kali Gendong dengan biopori jumbo. Bagaimana efektivitas solusi ini dalam mengatasi masalah sampah di Jakarta?

Tumpukan Sampah di Kali Gendong

Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara, viral di media sosial seusai terlihat dipenuhi tumpukan sampah. Warga membuang sampah sembarangan ke kali, membuat situasi semakin parah. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, buka suara mengenai persoalan tumpukan sampah di kawasan itu. Ia mengatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah ditutupnya TPST Bantar Gebang. “Memang kemarin karena Bantar Gebang sempat ada masalah, jadi beberapa tempat memang terjadi tumpukan sampah,” ujar Pramono.

Penyebab dan Dampak

Pramono menjelaskan bahwa setiap hari Jakarta mengirim sampah dengan 1.200 truk atau kurang lebih 9.000 ton. Namun, saat ini pengangkutan sampah per hari belum mencapai 1.200 truk, tetapi hampir 1.000 truk. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan 1 Agustus yang akan dikirim ke Bantar Gebang adalah residu sampah. Judistira Hermawan menambahkan bahwa Pansus Pengelolaan Sampah akan memastikan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memaksimalkan fasilitas-fasilitas pengelolaan sampah di Jakarta.

🔖 Baca juga:
Jakarta Ulang Tahun, Warga Terima Kado Stasiun KRL dan Jembatan Baru ke Stadion JIS

Solusi Biopori Jumbo

Judistira juga menyinggung pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta yang memakan waktu 2 hingga 3 tahun. Selama kurun waktu tersebut, pihaknya akan memaksimalkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada dan mengkaji pembangunan biopori jumbo untuk menangani sampah Ibu Kota. “Ini semua harus berfungsi maksimal, dan Pansus sedang mengkaji kemungkinan pembangunan Biopori Jumbo di berbagai wilayah di Jakarta, apa di taman-taman, atau aset BUMD,” sambungnya.

🔖 Baca juga:
Lampung 23 Juli 2026: Cuaca Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Guyur 6 Wilayah

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pansus DPRD DKI Jakarta masih memiliki jalan panjang untuk menangani masalah sampah di Jakarta. Dengan koordinasi yang baik antara SKPD dan Dinas Lingkungan Hidup, diharapkan masalah tumpukan sampah di Kali Gendong dan tempat lainnya dapat segera diatasi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat untuk pilah sampah dari sumbernya juga menjadi kunci penting dalam menangani masalah sampah di Jakarta. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman untuk dihuni.

🔖 Baca juga:
Pantai Madasari Pangandaran Mengerikan! Bocah 5 Tahun Jadi Korban Sengatan Ubur-Ubur Biru

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *