13 Juli 2026
featured_image

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Sertifikasi BNSP bagi Lulusan SMK untuk Meningkatkan Standar Gaji, Daya Saing, dan Peluang Karier di Dunia Industri

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Kompetensi vs Gaji: Sejauh Mana Skill Teknis Mempengaruhi Pendapatan Lulusan SMK di Dunia Kerja Modern?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Pemerintah klaim 126 KMP di Kalsel sudah selesai, tapi koperasi swadaya masih dalam pantauan. Apakah KMP benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau justru mematikan koperasi swadaya yang sudah ada?

Pemerintah mengklaim bahwa sebanyak 126 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah selesai dibangun. Namun, koperasi swadaya yang sudah lebih dulu hadir di tengah masyarakat masih dalam pantauan pemerintah. KMP dinilai berpotensi mematikan koperasi swadaya yang lebih dulu hadir, namun pemerintah memastikan bahwa koperasi swadaya masih akan mendapatkan pembinaan dan bantuan.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalsel

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Rahmaddin MY, koperasi konvensional maupun KMP pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. “Konsepnya berbagi peran, karena koperasi swadaya dan Koperasi Merah Putih memiliki tujuan yang sama,” ujarnya, Jumat (10/7).

Pembangunan infrastruktur KMP sampai saat ini juga terus berjalan. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Manajemen Koperasi Merah Putih (Simkopdes), sebanyak 1.508 titik atau sekitar 74,91 persen lokasi pembangunan telah dipetakan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 512 koperasi atau 25,43 persen sedang dibangun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara bersama Korem 101/Antasari, sedangkan 126 koperasi atau 6,25 persen telah selesai dibangun.

Momen Penentu di Menit Akhir

Rahmaddin menjelaskan bahwa pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KMP sudah mencapai 1.887 koperasi atau sekitar 93,74 persen dari total Koperasi Merah Putih yang terbentuk. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian koperasi menjadi tidak aktif bukan karena kehadiran KMP, melainkan akibat persoalan internal. Beberapa penyebabnya antara lain usaha koperasi yang tidak lagi berjalan, tidak melaksanakan RAT selama tiga tahun berturut-turut, lemahnya permodalan, kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus yang belum memadai, hingga tidak memiliki unit usaha riil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran KMP dinilai tidak akan mematikan koperasi swadaya yang sudah lebih dulu hadir. Menurut Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskumdag) Tanahlaut, M Latif, koperasi umum yang dahulu banyak dikenal masyarakat, seperti Koperasi Unit Desa (KUD), kini hampir seluruhnya sudah tidak lagi beroperasi. Latif menuturkan koperasi yang masih eksis saat ini umumnya koperasi yang memiliki basis usaha jelas, seperti koperasi plasma kelapa sawit, koperasi pegawai, atau koperasi berbasis komunitas tertentu.

“Jadi, keberadaan Koperasi Merah Putih tidak berbenturan dengan koperasi yang sudah ada,” ujarnya. Untuk di Tala, sudah ada tiga KDKMP yang mulai menjalankan usaha meski secara nasional operasionalnya baru akan diluncurkan oleh Presiden pada Agustus mendatang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah memastikan bahwa koperasi swadaya masih akan mendapatkan pembinaan dan bantuan. Rahmaddin menambahkan bahwa hingga saat ini baru satu koperasi di Kalsel yang berubah status menjadi KMP, yakni Koperasi Desa Merah Putih Bakambat di Kabupaten Banjar. Segmen usaha yang berbeda juga diyakini tak membuat KMP dan koperasi swadaya berbenturan.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Dengan keberadaan KMP, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan koperasi yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368312/126-kmp-di-kalsel-selesai-dibangun-pemerintah-pastikan-tetap-membina-koperasi-swadaya, without altering the facts of the original article.

Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Membangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Sertifikasi BNSP bagi Lulusan SMK untuk Meningkatkan Standar Gaji, Daya Saing, dan Peluang Karier di Dunia Industri

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Kompetensi vs Gaji: Sejauh Mana Skill Teknis Mempengaruhi Pendapatan Lulusan SMK di Dunia Kerja Modern?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *