Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifJanice Tjen, petenis muda Indonesia, telah menorehkan sejarah bagi tenis Indonesia dengan berhasil menembus babak kedua Wimbledon, sebuah prestasi yang belum pernah diraih oleh petenis tunggal Indonesia sejak Angelique Widjaja pada 2003 silam. Di nomor ganda putri, Janice yang berpasangan dengan seniornya, Aldila Sutjiadi, juga sukses melaju ke babak kedua. Ini adalah pertama kalinya pasangan murni ganda putri Indonesia memenangkan pertandingan di Wimbledon sejak pasangan Lita Sugiarto dan Lany Kaligis pada 1971.
Perjalanan Menuju Wimbledon
Karier Janice selama satu tahun terakhir memang melesat bak meteor setelah lulus dari liga tenis kampus AS alias NCAA. Dalam 20 tahun terakhir, hanya ada tiga petenis non-warga negara AS di dunia yang berhasil menembus jajaran 50 besar WTA setelah menempuh jalur kuliah. Salah satunya adalah Janice. Pada 23 Februari 2026, Janice berhasil mencapai peringkat dunia nomor 36 di WTA (organisasi tenis putri profesional). Padahal, dia memulai tahun 2025 dengan ranking 578.
Momen Penentu di Menit Akhir
Janice mengaku tidak merasakan beban berlebih di pundaknya meskipun kini memegang tongkat estafet sebagai petenis Indonesia terbaik. “Ini tahun pertama saya bermain full calendar di WTA Tour. Saya tidak terlalu memikirkan [rekor] itu, lebih fokus ke diri sendiri untuk memberikan yang terbaik. Saya banyak belajar tahun ini,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ratu tenis Indonesia Yayuk Basuki tidak ragu menyebut Janice sebagai penerusnya yang mampu menorehkan tinta emas melebihi dirinya. “Kalau bicara she is my successor , bisa dikatakan itu. Bahkan, she could be better than me, ” puji Yayuk dalam wawancara terpisah. Petenis yang pernah mencapai babak perempat final Wimbledon 1997 itu menyematkan predikat ” determination, power, and smart ” pada Janice.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Perjalanan Janice mengenal tenis dimulai sejak usia tujuh tahun setelah disemangati oleh teman kecilnya yang juga sesama petenis, Priska Madelyn Nugroho. Mantan atlet tenis Indonesia, Wynne Prakusya, mengenang pertama kalinya melihat Janice kecil saat dirinya aktif di akademi tenis Sportama di Jakarta. Dengan tinggi badan yang dimiliki Janice, Wynne menilai postur jangkung Janice adalah modal berharga, yang dalam permainan tenis modern mengandalkan kecepatan dan kekuatan.
Dengan prestasi yang telah diraihnya, Janice Tjen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengejar impian mereka di dunia tenis. Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi, Janice telah membuktikan bahwa impian dapat menjadi kenyataan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/ce37qvevkd4o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.