**Polisi Berantas Jaringan Miming yang Mengancam Masyarakat** **Pembuka** Polisi Kalsel terus berupaya menangkap dan menghancurkan jaringan narkoba yang beroperasi di provinsi tersebut. Salah satu target utama mereka adalah sindikat narkoba milik Fredy Pratama alias Miming, seorang buronan yang diduga mengendalikan jaringan peredaran narkoba lintas negara. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada Selasa (4/8), Kapolda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa Polda Kalsel berkomitmen penuh memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merapatkan barisan memerangi narkoba. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemusnahan barang bukti sebanyak 172.495,43 gram atau 172,4 Kg sabu serta ekstasi sebanyak 556 butir. Di antaranya sabu seberat hampir 32 kilogram diduga berasal dari jaringan Fredy Pratama. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dua orang kurir berinisial KA dan RN ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti tersebut merupakan hasil kerja keras Ditresnarkoba Polda Kalsel dalam periode 24 Mei-21 Juli 2026 dan gabungan dari pengungkapan periode lainnya. Estimasi nilai barang bukti yang berhasil diungkap tersebut nilainya mencapai Rp 311 miliar. Atas pengungkapan dan pemusnahan ini Polda Kalsel berhasil menyelamatkan sebanyak 863.033 jiwa masyarakat Kalsel dari jeratan narkoba. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Jika dirunut kebelakang, hingga pertengahan Tahun 2026 ini saja, Polda Kalsel sudah beberapa kali melakukan pemusnahan barang bukti narkoba dalam jumlah besar. Pada April 2026, Polda Kalsel melaksanakan pemusnahan barang bukti sabu seberat 75,2 Kg dan 15.742 butir ekstasi dengan nilai Rp 151,1 miliar, dengan estimasi jiwa terselamatkan sekitar 391.850 jiwa. Kemudian pada Juni 2026, Polda Kalsel melakukan pemusnahan barang bukti berupa 2,7 kg sabu dan ribuan butir ekstasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kinerja yang berhasil dilakukan jajaran Polda Kalsel dalam melakukan pemberantasan narkoba di Banua, sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi tinggi dan penghargaan. Semoga semangat aparat penegak hukum khususnya Polda Kalsel dalam melakukan pemberantasan narkoba tak pernah kendor. Genderang perang terhadap peredaran narkoba harus terus ditabuh. **Mengapa & Dampak** Narkoba yang masuk ke Kalsel sebagian besar diduga dipasok oleh sindikat narkoba milik Fredy Pratama alias Miming. Pria asal Kalsel yang merupakan salah satu buronan yang paling dicari karena diduga mengendalikan jaringan peredaran narkoba lintas negara. Kondisi peredaran narkoba di Kalsel kini juga diramaikan dengan masuknya jaringan pengedar narkoba antarprovinsi. Dengan adanya jaringan pengedar narkoba yang semakin luas, maka dampaknya pun akan semakin luas. Masyarakat Kalsel akan semakin rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang lebih besar untuk memberantas narkoba dan menghancurkan jaringan pengedar narkoba. **Penutup** Polda Kalsel telah menunjukkan komitmennya dalam memberantas narkoba di provinsi tersebut. Namun, perlu diingat bahwa peredaran narkoba adalah masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian yang lebih besar dari seluruh elemen masyarakat. Semoga semangat aparat penegak hukum khususnya Polda Kalsel dalam melakukan pemberantasan narkoba tak pernah kendor.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kolom/1371035/berantas-jaringan-miming, without altering the facts of the original article.