Prodia (PRDL) Siap IPO, Berapa Target Dana yang Dibidik? Emiten alat kesehatan untuk diagnosis medis ini tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). PRDL memasang rentang harga Rp 100â120 per saham dan membidik dana segar maksimal Rp 62,75 miliar.
Proses IPO PRDL
Saat ini, entitas Grup Prodia tersebut sedang berada dalam fase pencarian harga atau book building yang berlangsung pada 18â23 Juni 2024, dengan target mencatatkan sahamnya di BEI pada 9 Juli mendatang. PRDL menawarkan maksimal 522,90 juta saham baru atau setara 30,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Struktur Pemegang Saham
Pada struktur pemegang saham, Prodia Utama memegang 51,00% saham, disusul PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 39,00%, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH sebesar 10,00%. Mayoritas dana hasil IPO, yakni sebesar Rp 35,67 miliar (62,57%), akan dipakai untuk melunasi pokok fasilitas kredit ke Bank Central Asia (BCA) dan Bank Panin.
Mengapa IPO?
Dengan melakukan IPO, PRDL berharap dapat meningkatkan visibilitas dan kredibilitasnya sebagai perusahaan alat kesehatan. Selain itu, IPO juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan kualitas produknya.
Dampak IPO bagi PRDL
Jika IPO sukses, PRDL dapat memperoleh dana segar yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksinya dan meningkatkan kualitas produknya. Selain itu, IPO juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan dan meningkatkan nilai perusahaan.
Dengan demikian, IPO PRDL dapat menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan keuangan dan meningkatkan visibilitasnya sebagai perusahaan alat kesehatan. Apakah target dana yang dibidik dapat tercapai?