26 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Proyek KEK Galang Batang mengancam nelayan Pulau Kelong. Apa dampaknya bagi mata pencaharian mereka?

Proyek Strategis Nasional (PSN) KEK Galang Batang mengancam mata pencaharian nelayan di Pulau Kelong, Kepulauan Riau. Pembangunan KEK Galang Batang yang ditetapkan sebagai PSN dinilai akan meminggirkan eksistensi nelayan setempat. Sutarman, seorang nelayan di Pulau Kelong, mengaku khawatir dengan nasib hidupnya setelah pembangunan proyek tersebut dimulai.

Kekhawatiran Nelayan

Sutarman, yang telah menjadi nelayan selama enam dekade, mengaku bahwa pembangunan KEK Galang Batang telah membuat nelayan di Pulau Kelong khawatir dengan masa depan mereka. “Harapannya nelayan itu ke laut. Tapi, kalau laut sudah kayak begini, apa lagi yang mau kami [buat] kerja?” ungkapnya.

🔖 Baca juga:
Gotong Royong TNI dan Warga Desa Biu Membangun Jalan Baru TMMD 129 Kodim 0904/Paser

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada akhir Mei 2026, Sutarman masih mengingat saat-saat ketika Pulau Kelong masih asri dan nelayan dapat melaut tanpa khawatir. Namun, kini pembangunan KEK Galang Batang telah mengubah keadaan. “Dulu, saya melaut tanpa diselimuti bayang-bayang ketidakpastian. Musuhnya sekadar cuaca maupun gelombang yang sulit diprediksi,” kenangnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembangunan KEK Galang Batang dinilai akan berdampak besar pada nelayan di Pulau Kelong. Sutarman khawatir bahwa proyek tersebut akan membuat nelayan kehilangan mata pencaharian mereka. “Kami kehilangan tempat mencari ikan, dan itu berarti kami kehilangan mata pencaharian,” ungkapnya.

🔖 Baca juga:
Polda Lampung Sita 6 Kilogram Ganja dari Penumpang Bus di Bakauheni, Polisi Tegaskan Tindakan

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Nelayan di Pulau Kelong masih berharap bahwa pemerintah dapat mempertimbangkan nasib mereka. Sutarman berharap bahwa pemerintah dapat mencari solusi yang baik untuk nelayan setempat. “Kami hanya ingin bisa melaut dengan aman dan mencari ikan untuk keluarga kami,” harapnya.

Dengan demikian, nelayan di Pulau Kelong masih harus menempuh jalan panjang untuk mempertahankan mata pencaharian mereka. Pembangunan KEK Galang Batang harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampaknya pada nelayan setempat.

🔖 Baca juga:
Kualitas Udara Jakarta Meningkat, Berkat Program HBKB Rasuna Said

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8j2kr9r4yro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *