Berita Hari Ini – 19 Mei 2026 | PT Andalan Artha Primanusa, salah satu kontraktor jasa pertambangan terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk memperkuat posisinya di industri ini. Direktur Utama Andalan, Gahari Christine, mengatakan bahwa perusahaan akan fokus pada investasi strategis dan pendekatan selektif dalam memilih kontrak baru untuk menjaga kualitas portofolio bisnis dan memastikan keberlanjutan bisnis secara sehat.
Andalan berhasil meningkatkan performa margin Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) di angka 39 persen pada 2025, dengan nilai sebesar Rp 145,4 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi efisiensi dan keunggulan operasional yang diterapkan perusahaan telah membawa hasil yang positif.
Target Pertumbuhan Agresif
Andalan menetapkan target pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) secara ambisius hingga 2028. Pendapatan diproyeksikan meningkat dengan CAGR sebesar 28 persen, beranjak dari target Rp 949,6 miliar pada 2026 menjadi Rp 1,41 triliun di 2027, dan kemudian Rp 1,55 triliun pada 2028.
EBITDA diperkirakan tumbuh dengan CAGR 21 persen hingga mencapai Rp 514,2 miliar pada 2028. Sementara itu, target laba bersih melonjak dengan CAGR 31 persen, mencapai Rp 223,9 miliar pada periode yang sama.
Gahari menjelaskan bahwa fokus perusahaan ke depan adalah menjaga komitmen pertumbuhan yang solid dan terukur untuk memberikan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen pada Operational Excellence
Andalan menempatkan operational excellence sebagai fondasi utama dalam memastikan efisiensi, reliability, dan kualitas eksekusi yang konsisten di setiap lini operasi. Perusahaan memiliki pengalaman operasional selama delapan tahun sebagai kontraktor batu bara serta dukungan jajaran manajemen dengan rekam jejak lebih dari 20 tahun di industri ini.
Dengan demikian, Andalan siap untuk menghadapi tantangan di industri pertambangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan hingga 2028.