Ritual Jamasan di Situs Ndalem Pojok Kediri, Dua Pusaka Presiden Sukarno Diteruskan ke Generasi Penerus
Situs Cagar Budaya Ndalem Pojok Persada Soekarno di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menggelar tradisi Nyuci dan Jamasan Pusaka pada Jumat (3/7/2026) malam. Ritual tahunan ini menjadi bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus penghormatan terhadap peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi bangsa. Dalam ritual ini, dua pusaka Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dijamas. Kedua pusaka tersebut adalah sebilah tombak dan Keris Kiai Gadakan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Tradisi jamasan tahun ini terasa istimewa karena turut dilakukan terhadap dua pusaka peninggalan Presiden Soekarno yang selama ini disimpan dan dirawat di Situs Ndalem Pojok. Prosesi jamasan tahunan ini tidak hanya dimaknai sebagai proses membersihkan pusaka, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok bersama Pelestari Sejarah dan Budaya Kadiri (PASAK) yang bersinergi dengan Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia.
Apa yang Terjadi
Prosesi jamasan dimulai sejak dua hari sebelumnya dengan merendam pusaka untuk menghilangkan karat dan kotoran. Selanjutnya, pada Jumat Legi, dilakukan prosesi penyucian pusaka yang kemudian ditutup dengan doa bersama dan slametan pada malam harinya sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Ketua Harian Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Kushartono, mengatakan tradisi jamasan merupakan salah satu cara menjaga keberlangsungan budaya sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya merawat sejarah.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Tombak dan Keris Kiai Gadakan merupakan pusaka peninggalan Bung Karno yang diperoleh saat melakukan kunjungan ke wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Hingga kini, kedua pusaka tersebut tetap dirawat dan disimpan di Situs Ndalem Pojok sebagai bagian dari koleksi sejarah yang dapat dipelajari masyarakat. Tradisi jamasan juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan budaya bangsa. Tidak sedikit pelajar maupun mahasiswa yang hadir untuk menyaksikan secara langsung prosesi tersebut.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Melestarikan budaya luhur bangsa sangat penting karena budaya merupakan bagian dari jati diri bangsa. Tradisi jamasan di Bulan Suro menjadi salah satu cara merawat nilai-nilai tersebut. Bagi pengelola Situs Ndalem Pojok, pelaksanaan jamasan setiap Bulan Suro tidak hanya merawat kondisi fisik pusaka, namun juga menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjalanan sejarah bangsa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan adanya tradisi jamasan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan memahami pentingnya melestarikan warisan budaya. Oleh karena itu, pelestarian budaya dan sejarah harus terus dilakukan agar nilai-nilai luhur bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/kediri/551157/masuki-bulan-suro-dua-pusaka-presiden-sukarno-dijamas-di-situs-ndalem-pojok-kediri, without altering the facts of the original article.