Siswa Berani Angkut MBG: Antara Inspirasi dan Risiko, Siapakah yang Bertanggung Jawab?
Berita Hari Ini – 17 September 2026 | Video siswa SD yang mengangkat tumpukan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial menimbulkan kontroversi. Di satu rekaman, anak-anak menanjak tangga tanpa railing untuk menyalurkan makanan ke sekolah, sementara yang lain menuruni gang berisi tumpukan ompreng karena kendaraan tidak muat masuk. Warganet mengkritik beban yang tak seharusnya ditanggung anak, sekaligus menyoroti bahaya menuruni gang dengan barang berat.
Di balik kritik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa peran siswa dalam membantu distribusi MBG memiliki nilai pendidikan. Ia membandingkan situasi di Indonesia dengan praktik serupa di China dan Jepang, di mana siswa diminta membersihkan ompreng dan mendapat pujian. “Literasi gizi dan sopan santun harus berjalan bersamaan,” ujarnya, menekankan bahwa pengalaman kecil di sekolah dapat memengaruhi profesionalisme di masa depan.
Hoaks dan Misinformasi
Program MBG sering menjadi sasaran hoaks. Salah satu klaim menuduh dapur SPPG di NTB dibakar karena keracunan, namun fakta menunjukkan tidak ada bukti kejadian tersebut. Selain itu, muncul rumor bahwa kartu ATM MBG dibuat oleh AI. Semua klaim ini diungkap sebagai hoaks oleh lembaga verifikasi, menambah kebingungan publik mengenai program yang sebenarnya.
Keracunan dan Keterlibatan Kantin
Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyoroti kasus keracunan MBG yang dipicu penyimpangan anggaran. Ia mengusulkan agar kantin sekolah menjadi pelaksana utama, mengingat pengalaman mereka dalam menyediakan makanan tanpa insiden. Menurutnya, melibatkan komunitas setempat seperti Dasa Wisma dapat menambah tenaga kerja, sementara kebijakan ini juga dapat mengurangi pemborosan menu.
Tindakan Tegas BGN atas Kualitas Sanitasi
BGN memutuskan menangguhkan sementara 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memegang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari jumlah tersebut, 821 masih dalam proses pendaftaran, 447 sudah mendaftar namun tidak memenuhi syarat, dan 8 belum konfirmasi status. Berikut rincian berdasarkan wilayah:
| Wilayah | SPPG Tertunda |
|---|---|
| Sumatera | 239 |
| Jawa | 927 |
| Luar Sumatera & Jawa | 110 |
BGN juga mengusulkan penutupan permanen 654 SPPG kritis dalam 7 hari jika tidak memenuhi ketentuan. Pemeriksaan langsung di lapangan akan dilaksanakan untuk memastikan SOP sanitasi terjaga.
Visi Politik dan Respon Kemanusiaan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan serta korban keracunan MBG di Kabupaten Karo. Kunjungan ini dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah tetap responsif terhadap masalah warga. Gibran juga meminta korban keracunan MBG mendapatkan perawatan lanjutan di Medan atau Jakarta, menambah dimensi kemanusiaan dalam kebijakan pusat.
Semua peristiwa ini menunjukkan bahwa program MBG berada di persimpangan antara kebutuhan gizi, keamanan, dan integritas tata kelola. Sementara beberapa pihak memuji inisiatif siswa dan upaya pemerintah, kritik tentang sanitasi dan potensi keracunan menuntut tindakan lebih lanjut. Pihak terkait harus terus menyeimbangkan antara pemberian bantuan gizi dan menjaga standar kesehatan yang aman bagi generasi penerus.