Solar di Sulsel Kian Sulit, Muhammadiyah Waqafkan Sumur Bor 100 Meter Berbahan Gas di Belawa **Pembuka** Ormas Islam tertua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menghadapi tantangan baru dalam mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka menemukan solusi inovatif dengan mewaqafkan sumur bor berbahan bakar gas di Belawa, sebuah kampung pertanian tadah hujan di Sulsel. **Apa Yang Terjadi** Di kampung pertanian tadah hujan berjarak 212 km tenggara Makassar ini, PWM Muhammadiyah Sulsel mewaqafkan sumur bor sedalam 100 m, berbahan bakar liquid petrolium gas, awal pekan ini. Melalui dua lembaga amalnya, Lembaga Zakat (LazizMu) dan Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam), ormas Islam ini menggelar seremoni pengoperasian sumur dan penyerahan bibit jagung ke 20 petani. Air sumur dan bibit ini, diproyeksikan menaikkan intensitas tanam 2 kali menjadi 4 hingga 6 kali panen setahun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Debit air sumur bor ini, bisa aliri 1 hektar sawah dan kebun dalam 1 jam. 2. Sumur bor menancapkan pipa diameter 4 inci di kedalaman 100 m. 3. Saat ujicoba, awal puncak kemarau Juli lalu, air sudah muncrat dari kedalaman 85 meter. **Mengapa & Dampak** Kelangkaan solar di Sulsel dipicu oleh rasio kenaikan kuota BBM dan pertumbuhan kendaraan yang tidak lagi jalan beriringan. Tahun 2026 ini, BPH Migas menjatah Sulsel sekitar 741 ribu kiloliter solar subsidi, sedangkan Pertalite dijatah 1,13 juta kiloliter. Kuota ini hanya naik sekitar 3 persen setahun, sementara pertumbuhan kendaraan di provinsi berpenduduk 9,1 juta ini mendekati 10 persen. Inovasi sederhana sumur bor ini mengalihkan sumber daya mesin dari BBM solar ke bahan bakar gas, sehingga dapat menghemat biaya dan meningkatkan produksi pertanian. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Inovasi sumur bor ini dapat menjadi solusi bagi petani di Sulsel yang terdampak oleh kelangkaan solar. Dengan adanya sumur bor, mereka dapat meningkatkan intensitas tanam dan panen, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Selain itu, inovasi ini juga dapat menjadi contoh bagi petani di daerah lain yang masih menggunakan BBM solar sebagai sumber energi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun inovasi sumur bor ini dapat menjadi solusi bagi petani di Sulsel, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi pertanian dan menghemat biaya. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga amal, dan petani untuk meningkatkan infrastruktur pertanian, meningkatkan kemampuan petani, dan mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan produksi pertanian.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/wajo/1845609/solar-di-sulsel-kian-sulit-muhammadiyah-waqafkan-sumur-bor-100-meter-berbahan-gas-di-belawa, without altering the facts of the original article.