Keyword: sushi.
Dalam dunia kuliner, sushi telah menjadi ikon makanan Jepang yang digemari oleh banyak kalangan, termasuk ibu hamil yang seringkali khawatir tentang keamanan konsumsi makanan mentah.
Berbagai mitos tentang sushi untuk ibu hamil beredar luas, mulai dari klaim bahwa semua jenis sushi harus dihindari hingga pandangan bahwa sushi matang aman tanpa pertimbangan khusus.
Dr. Diana F. Suganda, SpGK, dokter spesialis gizi klinik yang rutin membagikan edukasi kesehatan lewat akun Instagram pribadinya, @dianasuganda, pada 26 Agustus 2026, mengungkap pandangannya soal anggapan ibu hamil tidak boleh makan sushi.
Dalam unggahan bertajuk “Mitos vs Fakta”, ia menjelaskan bagian mana dari sushi yang sebenarnya perlu diwaspadai oleh ibu hamil, dan mana yang sebenarnya aman dikonsumsi.
Menurutnya, yang benar-benar perlu dihindari selama kehamilan adalah konsumsi sashimi atau sushi dengan bahan mentah, terutama ikan dan seafood mentah.
“Kalau (ibu hamil) makan sashimi itu big no. Tapi kalau (jenis) sushi matang, lho ya gak apa-apa,” ungkap dr. Diana.
Bahan mentah ini berisiko mengandung bakteri, parasit, atau patogen lain yang bisa membahayakan kesehatan janin.
Namun, sushi yang dibuat dari bahan yang sudah dimasak matang sempurna, seperti ayam yang ditumis atau tuna yang sudah diolah matang, menurutnya boleh saja dikonsumsi.
Sushi pada dasarnya hanya merujuk pada cara penyajian nasi yang digulung dengan aneka isian, bukan berarti isiannya harus selalu mentah.
Selain bahan utama, dr. Diana mengingatkan ibu hamil untuk berhati-hati dengan saus pendamping sushi, seperti saus mentai dan mayones.
Begitu pula dengan shoyu atau kecap asin yang biasa dipakai sebagai cocolan.
Ia menyarankan agar cocolan shoyu dibatasi maksimal satu sendok makan setiap kali makan sushi.
Pasalnya, kandungan natrium di dalamnya cukup tinggi jika dituang berlebihan dan dapat mempengaruhi tekanan darah serta cairan tubuh.
Berikut ini adalah uraian lebih detail tentang 5 mitos yang sering kali mengelirukan ibu hamil mengenai sushi, beserta fakta yang diungkap dr. Diana.
Mitos 1: Semua Sushi Harus Dihindari Selama Kehamilan
Sering kali terdengar bahwa setiap bentuk sushi, baik mentah maupun matang, tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.
Namun, berdasarkan penjelasan dr. Diana, hanya sushi yang mengandung bahan mentah, khususnya sashimi, yang memang berisiko tinggi.
Jenis sushi yang menggunakan bahan yang sudah dimasak, seperti ayam panggang, telur dadar, atau tuna yang diolah matang, dapat menjadi pilihan aman.
Hal ini karena proses pemasakan menghilangkan bakteri dan parasit yang mungkin ada pada bahan mentah.
Dengan demikian, ibu hamil dapat tetap menikmati variasi rasa sushi tanpa menambah risiko kesehatan.
Mitos 2: Tuna Mentah Selalu Berbahaya
Ketika berbicara tentang tuna, banyak orang menganggap tuna mentah selalu berbahaya bagi ibu hamil.
Dr. Diana menjelaskan bahwa risiko utama terletak pada tuna mentah yang belum melalui proses pemasakan.
Jika tuna sudah diolah menjadi sushi matang, misalnya dengan memasak terlebih dahulu atau menggunakan metode pemasakan yang sesuai, maka risiko tersebut berkurang.
Oleh karena itu, pilihan sushi tuna yang matang dapat menjadi alternatif yang aman bagi ibu hamil.
Mitos 3: Saus Mentai dan Mayones Harus Dihindari Sepenuhnya
Saudara-saudara, saus pendamping seperti saus mentai dan mayones sering dianggap berbahaya karena kandungan lemak tinggi dan potensi kontaminasi.
Dr. Diana menekankan pentingnya moderasi daripada penghindaran total.
Ia menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi saus tersebut dalam jumlah kecil, sehingga tetap menikmati cita rasa tanpa menambah risiko.
Penggunaan saus yang terkontrol juga membantu menjaga keseimbangan asupan kalori dan nutrisi selama kehamilan.
Mitos 4: Shoyu (Kecap Asin) Harus Dihindari Karena Sodium Tinggi
Shoyu memang dikenal memiliki kandungan natrium yang tinggi, dan ini menjadi perhatian khusus bagi ibu hamil.
Dr. Diana mengingatkan bahwa shoyu sebaiknya dibatasi maksimal satu sendok makan setiap kali makan sushi.
Dengan cara ini, ibu hamil dapat menikmati kelezatan shoyu tanpa mengorbankan keseimbangan elektrolit dan tekanan darah.
Penggunaan shoyu dalam porsi terbatas juga membantu mencegah risiko edema dan komplikasi lainnya.
Mitos 5: Sushi Tanpa Isian Mentah Selalu Aman
Walaupun sushi tanpa isian mentah tampak lebih aman, masih ada hal yang perlu diperhatikan.
Dr. Diana menekankan pentingnya memperhatikan kualitas bahan, terutama daging ayam atau telur yang digunakan.
Pastikan bahan tersebut berasal dari sumber terpercaya dan sudah diproses dengan baik.
Selain itu, kebersihan tempat penyajian juga memengaruhi keamanan makanan.
Dengan memperhatikan semua faktor tersebut, ibu hamil dapat menikmati sushi dengan lebih tenang.
Pengaruh Kebijakan Diet Terhadap Kesehatan Janin
Keputusan ibu hamil untuk mengkonsumsi sushi yang aman memiliki dampak langsung pada kesehatan janin.
Dengan menghindari bahan mentah yang berpotensi mengandung bakteri dan parasit, risiko infeksi prenatal dapat dikurangi.
Selain itu, asupan natrium yang terkontrol membantu menjaga tekanan darah ibu hamil, yang pada gilirannya memengaruhi aliran darah ke janin.
Pilihan saus yang moderat juga mendukung keseimbangan nutrisi, menghindari kalori berlebih yang dapat menambah risiko obesitas kehamilan.
Secara keseluruhan, pendekatan selektif terhadap sushi membantu menciptakan lingkungan gizi yang optimal bagi perkembangan janin.
Praktik Baik Saat Memilih Sushi Selama Kehamilan
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diambil ibu hamil
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-sehat/d-8635307/ibu-hamil-nggak-boleh-makan-sushi-dokter-gizi-ungkap-faktanya, without altering the facts of the original article.