Ulama Sulselbar menggelar ziarah religi dalam rangka memperkuat silaturahmi dan spiritualitas. Kegiatan ini diikuti oleh As-Syekh Dr. KH. Baharuddin HS, MA selaku mursyid Tarekat al-Muhammadiyah, Dr. KH. Amirullah Amri sebagai Ketua Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia beserta puluhan anggota tarekat tersebut. Mereka menelusuri jejak dakwah dan merajut berkah dalam perjalanan iman selama 3 hari pada tanggal 18-20 Juli 2026. Rihlah religi ini dimulai dari Makassar dan melintasi beberapa kabupaten di Sulselbar.
Ekspedisi Ziarah Makam Ulama Sulselbar
Kegiatan rihlah religi ini diawali dengan menziarahi makam Anregurutta As-Syekh KH. Muhammad Nur di Makassar. Rombongan selanjutnya ziarahi AGH. Abdurrahman Ambo Dalle Barru, dan AGH. Muhsin Umar Affandi dikenal dengan Kali Jampue, Syekh Muhammad bin Abdullah Affandi di Jampue Pinrang, dan AGH. Muh. Tahir Imam Lapeo di Campalagian, Polman Sulbar. Perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Wajo dengan mengunjungi beberapa titik yakni di Sengkang, Tosora, dan Lagosi.
Di Wajo, rombongan ziarahi makam Syekh Abdul Azis yang juga dikenal Syekh Sagena dan AGH. Abdul Malik Muhammad atau qadhi Belawa dan para qadhi ulama lainnya. Sementara di Sengkang dipusatkan pada makam Asyekh Muh. Asâad al-Bugisy selaku pendiri Pondok Pesantren Asâadiyah. Ulama lain yang dimakamkan sekitar makam beliau yakni AGH. Muh. Yunus Maratan, AGH. Abdullah Maratan yang juga murid-murid AGH. Muh. Asâad.
Tujuan dan Rangkaian Ziarah
Rangkaian kegiatan ziarah ini meliputi kunjungan ke beberapa kabupaten di Sulselbar, seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Gowa. Di Bone, rombongan ziarahi makam AGH. Junaid Sulaiman yang dikenal sebagai qadhi Bone dan masjid tua Watampone. Sementara di Sinjai berziarah Syekh Abdurrahman Imam Timurung, AGH. Muh. Tahir yang dikenal Puang Kali Taherong.
Di Bulukumba, rombongan rihlah ziarahi makam AGH. Abdul Karim yang merupakan qadhi Tanete. Kemudian Syekh Abdul Gani di Bantaeng dan menyempurnakan rihlah religi dengan berziarah ke Syekh Yusuf al-Makassary yang berusia 400 tahun di Gowa.
Mengapa dan Dampak
Kegiatan ziarah ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan spiritualitas di kalangan ulama dan anggota tarekat. Dengan menelusuri jejak dakwah dan merajut berkah dalam perjalanan iman, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap ulama dan sejarah Islam di Sulselbar.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan sejarah dan budaya Islam di Sulselbar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara ulama dan masyarakat, serta meningkatkan spiritualitas dan kesadaran beragama.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kegiatan ziarah ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan sejarah dan budaya Islam di Sulselbar. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti melestarikan makam-makam ulama, mempromosikan sejarah Islam di Sulselbar, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya Islam.
Dengan demikian, kegiatan ziarah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap ulama dan sejarah Islam di Sulselbar. Selanjutnya, diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk melestarikan sejarah dan budaya Islam di Sulselbar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1844371/ziarah-ulama-sulselbar, without altering the facts of the original article.