Waskita Karya Beri Ruang Bernapas: Restrukturisasi Utang hingga 2034 dan Proyek Besar Sambil Memantau Asap Karhutla di Tol Kayuagung
Berita Hari Ini – 07 September 2026 | Di tengah dinamika ekonomi Indonesia, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil mengamankan masa depan keuangannya dengan persetujuan restrukturisasi obligasi berkelanjutan hingga 2034. Sementara itu, pengelola Tol Kayuagung – Palembang, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST), mengingatkan pengendara tetap waspada terhadap dampak asap karhutla yang masih memengaruhi jarak pandang di jalur tol tersebut.
Restrukturisasi Utang Mencapai Persetujuan Besar
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar pada 3 September 2026 menghasilkan persetujuan hampir semua pemegang obligasi, dengan 97,14% menyetujui usulan restrukturisasi Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019. Tiga keputusan kunci di antaranya: perpanjangan jatuh tempo hingga 31 Desember 2034, penyesuaian kupon menjadi 5% per tahun, serta penghapusan denda default. Persetujuan ini memberi Waskita waktu lebih dari satu dekade untuk menuntaskan kewajibannya, sekaligus mengurangi beban bunga yang sebelumnya mencapai 9,75%.
Direktur Keuangan Wiwi Suprihatno menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur keuangan. Sejak akhir 2023, Waskita berhasil menurunkan total utang menjadi Rp66,5 triliun, turun 20,8% dari Rp84 triliun. Utang vendor past due juga berkurang drastis menjadi Rp48 miliar pada semester I 2026, menurunkan beban 97,1% dibandingkan tahun 2022. Pajak past due kini telah lunas, mempertegas komitmen perusahaan terhadap kewajiban fiskal.
Performa Operasional yang Meningkat
Di sisi pendapatan, Waskita mencatat pertumbuhan signifikan. Pada semester pertama 2026, pendapatan usaha mencapai Rp4,92 triliun, meningkat 58,49% dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, Waskita tetap dipercaya menjalankan proyek strategis seperti bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, dan Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste.
Tol Kayuagung – Palembang: Waspada Asap Karhutla
Sementara Waskita fokus pada kebijakan keuangan, PT Waskita Sriwijaya Tol menegaskan pentingnya keamanan pengendara di Tol Kayuagung. Pada pukul 08.00 WIB, Minggu 6 September 2026, pemantauan jarak pandang menunjukkan masih di atas 200 meter, namun pihak tol mengingatkan bahwa potensi asap karhutla di wilayah Sumatera Selatan dapat menurunkan visibilitas. Pengelola tol mengklaim lalu lintas tetap normal dan tidak ada penutupan, namun tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati.
Upaya pengendalian asap meliputi pemantauan terus menerus serta kerja sama dengan tim darat dan helikopter AW 169 untuk memadamkan api. Meskipun demikian, dampak lingkungan masih menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat.
Model Bisnis Baru dan Optimasi Alat Berat
Di sisi operasional, Waskita Karya juga mempersiapkan model bisnis baru dengan mengoptimalkan 1.200 alat berat. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi proyek dan menurunkan biaya operasional. Direktur Utama Bambang Dwi Wijayanto menegaskan bahwa inovasi ini akan memfasilitasi penyelesaian proyek-proyek besar dengan lebih cepat dan tepat biaya.
Ringkasan Data Utang
| Jenis Utang | Nilai Awal (triliun) | Nilai Saat Ini (triliun) | Persentase Penurunan |
|---|---|---|---|
| Total Utang | 84,0 | 66,5 | 20,8% |
| Utang Vendor Past Due | 2,13 | 0,048 | 97,1% |
| Kupon (Sebelum) | 9,75% | 5,00% | – |
| Jatuh Tempo Baru | – | 31 Desember 2034 | – |
Dengan kombinasi restrukturisasi keuangan, peningkatan pendapatan, dan inovasi operasional, Waskita Karya menegaskan kembali posisinya sebagai pemain utama dalam sektor infrastruktur Indonesia. Sementara itu, pengendara di Tol Kayuagung diingatkan untuk tetap waspada, menyesuaikan dengan situasi asap karhutla yang masih memengaruhi kondisi lalu lintas. Keputusan strategis ini menandai langkah signifikan bagi Waskita Karya dalam menjaga stabilitas finansial sekaligus melayani masyarakat melalui proyek-proyek pembangunan yang berkelanjutan.