7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Anak kos makan sayur sisa pasar demi bertahan hidup. Bagaimana kehidupan mereka di ambang batas?

Aksi kreatif dan hemat dua orang pria yang berstatus sebagai anak kos viral di media sosial setelah membagikan momen berburu sayuran sisa pasar. Mereka membagikan pengalaman unik menyisir area pasar tradisional demi mengumpulkan sayuran sisa sortiran yang dibuang namun ternyata masih layak untuk diolah. Anak kos ini menunjukkan bahwa dengan ketelitian yang tepat, bahan-bahan makanan yang kerap dianggap sampah ini justru bisa disulap menjadi hidangan bergizi yang menyelamatkan kantong mahasiswa di akhir bulan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Melalui unggahan yang beredar di Instagram, mereka membagikan pengalaman unik menyisir area pasar tradisional demi mengumpulkan sayuran sisa sortiran yang dibuang namun ternyata masih layak untuk diolah. Dengan senyum lebar dan raut wajah tanpa gengsi, keduanya tampak teliti memilah-milah tumpukan sayur di dekat truk angkutan dan lapak pedagang demi menghemat pengeluaran bulanan mereka.

“Kami pilih yg masih layak aj yaa guys,” tulis keterangan akun Instagram @sagara_sagara.aja. Dalam video singkat tersebut, terlihat perjuangan mereka membuahkan hasil yang terbilang melimpah untuk persediaan makan selama beberapa hari. Di tengah hiruk-pikuk suasana pasar malam yang mulai sepi, dua pria ini mengumpulkan berbagai macam bahan pangan segar seperti kembang kol utuh, cabai merah dan hijau, selada, hingga terung ungu langsung dari sisa pembuangan pasar yang berserakan di tanah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Unggahan tersebut sudah ditonton lebih dari 1,3 juta kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet. Banyak warganet yang mengomentari aksi anak kos ini dengan berbagai reaksi, seperti “@adhwakuria86” yang mengaku juga sering melihat sayuran dibuang dan merasa sayang jika tidak diambil.

“Aku sebenernya juga kalau lihat sayuran dibuang² masih layak juga sayang,,cuma malu aja mau mulung ,gak ada temen nya😂😂,” ngakak akun @adhwakuria86. “Kak ikutt dong seru bgt keknya🙌,” saut akun @azizzahikyy_. “Sebenarnya aku pengen ikutan mulung jugaa🤣kadang sayang masih banyak yg bagus bagus mubadzir,” timpal akun @julieromzi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Aksi anak kos ini menunjukkan bahwa dengan ketelitian yang tepat, bahan-bahan makanan yang kerap dianggap sampah ini justru bisa disulap menjadi hidangan bergizi yang menyelamatkan kantong mahasiswa di akhir bulan. Hal ini juga menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya menghemat pengeluaran dan memanfaatkan sumber daya yang ada sangat penting bagi mahasiswa.

Fandi, mahasiswa berusia 21 tahun yang akrab disapa Fandi ini berdomisili di Bukittinggi, Sumatra Barat dan sehari-hari disibukkan dengan aktivitas kuliah serta menari. Di balik kontennya yang viral mengenai aksi memungut sayur sisa di pasar, Fandi menyimpan kisah perjuangan yang sangat relate dengan kehidupan anak rantau.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ide memungut sayur buangan ini muncul begitu saja di benaknya sebagai solusi bertahan hidup sekaligus bahan konten yang bermanfaat. Untuk berburu sayuran tersebut, Fandi biasanya mendatangi pasar-pasar tradisional yang berada di dekat kosnya, seperti Pasar Bawah Bukittinggi, Aur Kuning, hingga Pasar Padang Luar. Jenis sayur yang ia cari pun beragam, mulai dari sawi, wortel, lobak, kembang kol, terong, tomat, dan cabai.

Kedepannya, aksi anak kos ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menghemat pengeluaran dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan demikian, mahasiswa dapat memiliki gaya hidup yang lebih seimbang dan tidak terlalu bergantung pada orang lain.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wolipop.detik.com/worklife/d-8548815/viral-anak-kos-mulung-sayur-sisa-pasar-yang-layak-demi-hemat-pengeluaran, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *