Berita Hari Ini – 14 April 2026 | Sabtu, 13 April 2026, sebuah bus Damri yang melayani rute pariwisata mengalami kecelakaan tunggal di jalur nasional Ciamis, Jawa Barat. Kendaraan yang mengangkut lebih dari dua puluh penumpang tersebut kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik yang berdiri di bahu jalan, tepatnya di Kelurahan Kertasari, Kabupaten Ciamis.
Kecelakaan terjadi pada sore hari, sekitar pukul 19.15 WIB, ketika bus sedang melaju dengan kecepatan sedang menuruni jalan menurun yang licin akibat hujan gerimis. Pengemudi melaporkan bahwa kendaraan tiba‑tiba tergelincir, mengakibatkan roda depan menabrak tiang listrik bertegangan tinggi. Benturan keras menyebabkan tiang tersebut roboh menimpa atap bus, menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan.
Saat itu, satu penumpang, seorang pria berusia 45 tahun, terjepit di antara rangka bus yang melengkung. Meskipun upaya pertolongan cepat dilakukan oleh warga sekitar, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Lima penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, sementara dua orang lainnya mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Petugas kepolisian dan tim SAR setempat segera tiba di lokasi. Mereka bersama warga yang berada di sekitar melakukan evakuasi darurat, memotong rangka bus yang terjepit, dan mengevakuasi korban ke ambulans. Semua korban yang terluka dilarikan ke RSUD Ciamis untuk perawatan intensif. Dokter di rumah sakit melaporkan bahwa korban yang meninggal mengalami trauma kepala berat akibat tertimpa tiang listrik.
Selain penumpang yang meninggal, kecelakaan ini juga melukai seorang ibu dan anaknya yang berada di dalam bus. Kedua korban mengalami luka memar dan memerlukan perawatan lanjutan. Kejadian ini mengingatkan kembali pada tragedi serupa yang terjadi beberapa minggu lalu di Kampung Rambutan, di mana seorang ibu dan anak tewas tertabrak bus. Meskipun penyebab kedua insiden berbeda, keduanya menyoroti pentingnya penegakan standar keselamatan transportasi publik.
Para saksi mata mengungkapkan bahwa bus tampak berusaha menghindari tabrakan dengan sebuah kendaraan kecil yang melaju berlawanan arah. Usaha menghindar tersebut malah membuat bus meluncur ke sisi jalan dan menabrak tiang listrik. Salah satu saksi, Budi Hartono, mengaku, “Saya melihat bus berbelok tajam, lalu tiba‑tiba menabrak tiang. Suara kerasnya mengerikan, dan langsung orang‑orang berlarian menolong”.
- Lokasi: Kelurahan Kertasari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
- Waktu: 13 April 2026, 19.15 WIB
- Korban meninggal: 1 penumpang (pria, 45 tahun)
- Korban luka: 7 orang (5 ringan, 2 serius)
- Penyebab utama: Kehilangan kendali akibat jalan licin, menabrak tiang listrik bertegangan tinggi
Pihak kepolisian setempat membuka penyelidikan untuk menentukan faktor teknis dan operasional yang berkontribusi pada kecelakaan ini. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kondisi cuaca buruk dan kecepatan kendaraan menjadi faktor utama. Selain itu, penyelidikan juga akan menilai kondisi teknis bus, termasuk sistem rem dan suspensi, serta kepatuhan pengemudi terhadap prosedur keselamatan.
Direktur PT Damri, Andi Prasetyo, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan meningkatkan standar operasional. “Kami berkomitmen untuk memperketat pelatihan sopir, memperbaiki inspeksi rutin kendaraan, serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas jalan raya,” ujarnya.
Pemerintah daerah Ciamis juga mengumumkan langkah-langkah darurat, termasuk peninjauan kembali kondisi infrastruktur jalan dan pemasangan pelindung pada tiang‑tiang listrik yang berada di bahu jalan utama. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa inspeksi menyeluruh terhadap semua armada bus pariwisata akan dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik mengenai keselamatan transportasi umum, khususnya pada rute pariwisata yang sering melintasi daerah berkemiringan tinggi dan cuaca berubah-ubah. Masyarakat berharap agar regulator dan operator transportasi bersama‑sama meningkatkan standar keamanan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dengan menutup laporan, pihak berwenang menghimbau kepada semua pengguna jalan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, menurunkan kecepatan pada jalan menurun, dan melaporkan kondisi jalan yang berbahaya kepada otoritas setempat. Kematian satu penumpang menjadi pengingat keras bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.