8 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Konflik di Intan Jaya memburuk, pendeta, ibu hamil, dan bayi tewas dalam rangkaian kekerasan. Simak kronologi dan reaksi warga yang turun ke jalan untuk memprotes!

Intan Jaya, Papua Tengah, kembali dilanda kekerasan yang memakan korban jiwa. Pendeta Elianus Agimbau, ibu hamil Melkiana Duwitau, dan seorang anak muda Okto Tigau tewas dengan luka tembak dalam konflik yang memburuk di wilayah tersebut. Dalam dua bulan terakhir, setidaknya tujuh rangkaian kekerasan dilaporkan terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Kronologi Kekerasan di Intan Jaya

Rangkaian kekerasan terbaru terjadi pada awal Juli ini. Pendeta Elianus Agimbau, 20 tahun, ditemukan tewas dengan lima luka tembak di tubuhnya, serta luka sayatan dan telinga putus. Sebelumnya, pada 29 Juni, Elianus berpamitan dengan keluarganya untuk menuju Sugapa, ibu kota Intan Jaya. Ia bersama adik laki-lakinya, Sandi Agimbua, berjalan kaki dan tiba di pangkalan ojek, Kampung Mbamogo. Di lokasi itu, pasukan TNI disebut menghujamkan tembakan ke arah Elianus dan Sandi. Sandi berhasil melarikan diri, sementara Elianus tewas.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kematian Elianus Agimbau dan beberapa warga sipil lainnya memicu protes warga di Sugapa, Intan Jaya. Ribuan warga turun ke jalan pada Jumat (03/07) dan Sabtu (04/07) untuk memprotes rangkaian kekerasan dan menuntut pemerintah Indonesia menarik pasukan militer yang jumlahnya dianggap berlebihan di Intan Jaya. Mereka juga menuntut pengusutan kematian sejumlah warga sipil yang ditembak dalam dua bulan terakhir.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua, Latifah Anum Siregar, menyatakan bahwa rangkaian kekerasan di Intan Jaya merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi militer yang sedang terjadi di wilayah tersebut. “Tujuannya untuk melemahkan kekuatan anak-anak muda, calon pemimpin lokal, dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat sipil, karena ada investasi di situ, seperti Blok Wabu,” kata Latifah.

Kematian warga sipil di Intan Jaya juga mendapat perhatian dari Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Bernard Ramandey. Ia menyebut rangkaian penyerangan terhadap warga sipil di Intan Jaya merupakan sebuah pelanggaran HAM. “Kami meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keamanan dan prosedur tetap aparat TNI dan satuan keamanan lainnya di Papua,” ujar Frits.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyampaikan keprihatinan atas kematian Pendeta Elianus Agimbau. “Terkait penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, saya minta Panglima TNI dan Kapolri untuk mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua,” ujar Pigai. Situasi di Intan Jaya masih panas, dan warga masih mengungsi dari kampung mereka. Jalan panjang masih harus ditempuh untuk mencapai perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/ce375xpzkjdo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *