22 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Istri Evan Marvino, Tami, ungkap dugaan KDRT yang dialaminya. Bagaimana kondisi psikologis Tami saat ini, akankah keberaniannya membuahkan keadilan?

Istri Evan Marvino, Tami, baru-baru ini mengungkapkan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya. Kasus ini pun menjadi perhatian publik, terutama setelah Tami mengaku tertular Human Papillomavirus (HPV) dari sang suami. Kondisi psikologis Tami saat ini menjadi perhatian, dan pengacaranya, Ana Sofya Yuking, memberikan update tentang keadaannya. Menurut Ana, Tami mengalami gejolak emosi yang umum dialami korban KDRT.

Kondisi Psikologis Tami

Ana Sofya Yuking mengungkapkan bahwa Tami mengalami berbagai gejolak emosi, seperti kesedihan, kemarahan, dan kebingungan. “Kalau Tami selayaknya perempuan-perempuan korban KDRT, pasti dia terpukul, pasti sedih, pasti bingung. Pasti ada marah, ada sedih, ada kebingungan,” kata Ana di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026). Ana menilai keberanian Tami untuk berbicara ke publik bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, terutama karena Tami memiliki dua anak yang masih kecil.

🔖 Baca juga:
Kejagung Krisis: Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus

Latar Belakang KDRT

Ana menjelaskan bahwa banyak korban KDRT yang datang mencari bantuan hukum setelah mengalami kekerasan dalam waktu yang cukup lama dan berulang. “Biasanya rata-rata klien kita tuh sudah mengalami itu berbulan-bulan, bertahun-tahun, dan itu berulang. Bahkan mengalami eskalasi. Dari yang tadinya cuma cubit atau tempeleng sedikit, pukul tangan, tempeleng kepala, wajah segala macam, bisa jedot ke dinding, macam-macam,” bebernya.

🔖 Baca juga:
Polisi Tangani Kasus Penganiayaan, Mantan Anggota Dewan Jadi Terdakwa Utama

Dampak dan Proses Pemulihan

Ana juga mengaku teringat perjuangan mendampingi selebgram Cut Intan Nabila, yang sebelumnya juga menjadi korban KDRT. Menurutnya, korban sering kali berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil ketika memutuskan mencari bantuan. “Di antara kebingungan, kesedihan, kemarahan itu dia juga mengalami kelabilan secara emosional. Karena satu, dia tidak percaya. Lalu kemudian kalau saya bisa keluar dari keadaan ini bagaimana caranya? Nah itulah yang dia kemarin datang nanya ke kita para advokat,” ungkap Ana. Selain pendampingan hukum, Ana mengatakan pihaknya juga akan merekomendasikan bantuan psikologis guna membantu proses pemulihan Tami.

🔖 Baca juga:
APH Diminta Tertibkan SPBU di Aceh: Pastikan BBM Subsidi Tepat Sasaran dan Tidak Disalahgunakan

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi psikologis Tami yang masih dalam proses pemulihan membutuhkan dukungan dan perhatian. Kasus KDRT yang dialami Tami juga menjadi perhatian publik, dan banyak yang berharap Tami dapat mendapatkan keadilan. Dengan pendampingan hukum dan bantuan psikologis, diharapkan Tami dapat pulih dari trauma dan memulai hidup baru yang lebih baik.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *