20 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Koruptor gunakan modus pinjam nama untuk menyembunyikan harta. Bagaimana cara mereka melakukannya dan apa dampaknya bagi penindakan korupsi?

Modus Operand

Modus koruptor untuk menyembunyikan harta dengan meminjam nama orang lain telah menjadi pola yang sering ditemui. Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, mengungkapkan bahwa hampir jarang pelaku tindak pidana korupsi menggunakan nama sendiri dalam membeli aset. “Hampir jarang pelaku tindak pidana korupsi itu dalam membeli aset menggunakan nama sendiri,” ujar Mungki.

Para pelaku menerapkan prinsip yang dikenal sebagai beneficiary ownership. Siasat ini dijalankan agar sang pejabat terkesan bersih di atas kertas, namun tetap memegang kendali penuh atas aset mewah tersebut di dunia nyata. “Jadi ini sama dengan prinsipnya beneficiary ownership, jadi seolah-olah all nothing tapi control everything. Dia seolah-olah tidak memiliki apa-apa tapi rupanya digunakan nama-nama orang yang berkaitan dengan dia,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Nikita Mirzani Kembali Disorot, Tim Hukum Ungkap Bukti dan Strategi di Sidang PK

Barang Rampasan

KPK baru memamerkan barang rampasan dari kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker yang melibatkan mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) sebagai salah satu terpidana. Ada 19 mobil dan 6 motor. “Barang-barang yang disita ini ada yang melalui kegiatan penggeledahan yang dilakukan secara sinergi antara tim penyidik, penyelidik dan juga tim Labuksi,” kata Mungki.

Mungki menjelaskan ada dua jalur supaya aset-aset tersembunyi ini bisa dilacak. Pertama, melalui tindakan langsung di lapangan. “Barang-barang yang disita ini ada yang melalui kegiatan penggeledahan yang dilakukan secara sinergi antara tim penyidik, penyelidik dan juga tim Labuksi,” katanya. Jalur kedua adalah melalui operasi pelacakan aset. Tim Labuksi KPK bergerak dengan menjalin kolaborasi lintas sektor, baik dengan instansi pemerintah maupun korporasi swasta.

Tantangan Pelacakan Aset

Mungki mengakui bahwa membongkar kedok pemilik asli dari sebuah kendaraan mewah bukanlah perkara mudah. “Mekanismenya agak sedikit rumit,” ucapnya. “Akan ditelusuri teman-teman pelacakan aset dengan terjun ke lapangan, dan akan menghubungkan antara kepemilikan, dan bukti-bukti transaksi. Itu semua akan menjadi puzzle, bahwa ternyata dari uang yang diterima (hasil korupsi), meskipun digunakan dengan nama-nama lain,” tegas Mungki.

🔖 Baca juga:
Kasus Kemenaker, KPK Periksa Tiga Notaris Terkait Dugaan Aset Tak Tercatat

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus ini menunjukkan bahwa modus operand koruptor semakin canggih dan sulit dideteksi. Oleh karena itu, KPK dan lembaga lainnya harus terus meningkatkan kemampuan dan kerjasama untuk mengungkap dan menyita aset-aset hasil korupsi. “Kedua dilakukan pelacakan aset yang dilakukan oleh teman-teman Labuksi bekerja sama dengan berbagai macam lembaga, baik dari lembaga negara maupun swasta,” tutur Mungki.

Dalam pelacakan aset, KPK bekerja sama dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk properti, dengan ATPM-ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek), PPATK, dan juga LHKPN. Dengan kerjasama yang kuat dan kemampuan yang meningkat, diharapkan KPK dapat mengungkap dan menyita aset-aset hasil korupsi dengan lebih efektif.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa penindakan korupsi harus terus ditingkatkan dan diperkuat. Dengan penindakan yang efektif, diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi dan mencegah terjadinya korupsi di masa depan.

🔖 Baca juga:
Nijiro Murakami Terlibat Kasus Penganiayaan, Minta Maaf ke Mantan Pacar

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/berita/d-8547042/siasat-koruptor-isi-garasi-mewah-pinjam-nama-sembunyikan-harta, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *