7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Syekh Muid Syafi, penjaga tradisi Rapai Pase di Aceh Utara, menceritakan kisah inspiratifnya dari menjadi apied saman hingga menjadi syekh. Bagaimana perjalanan hidupnya?

Nek Muid, Sang Penjaga Tradisi Rapai Pase di Tanjong Ceungai

Syekh Muid Syafi, seorang pria berusia 71 tahun asal Gampong Tanjong Ceungai, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, telah menjadi salah satu tokoh penting dalam melestarikan tradisi Rapai Pase di bumi Pase. Perjalanan panjangnya dalam mengenal dan menguasai Rapai Pase dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Nek Muid, begitu ia akrab disapa, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan kisahnya yang penuh dedikasi dan semangat dalam melestarikan tradisi ini.

Dari Apied Saman hingga Menjadi Syekh Rapai Pase

Nek Muid mulai mengenal Rapai Pase saat berusia sekitar 10 tahun. Lima tahun kemudian, ia aktif mengikuti latihan dan tampil bersama grup rapai di kampungnya. “Sejak kecil saya memang senang melihat orang bermain rapai. Lama-kelamaan saya ikut belajar hingga akhirnya menjadi anggota tetap grup rapai di Tanjong Ceungai,” kata Syekh Muid. Ia sempat terhenti selama bertahun-tahun akibat konflik Aceh, namun setelah kondisi keamanan kembali kondusif, beberapa rekannya mengajak Muid untuk kembali aktif.

Mengapa Tradisi Rapai Pase Penting?

Tradisi Rapai Pase merupakan salah satu warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Pase. Rapai Pase sendiri merupakan sebuah pertunjukan seni yang melibatkan musik, tarian, dan nyanyian, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara adat dan keagamaan. Dengan melestarikan tradisi ini, Nek Muid dan grupnya telah berkontribusi dalam menjaga kesinambungan budaya dan identitas masyarakat Aceh.

Dampak dan Harapan ke Depan

Di bawah bimbingannya, Grup Rapai Tanjong Ceungai kini memiliki sekitar 30 awak rapai yang terdiri atas kalangan pemuda dan para pemain senior. Perpaduan dua generasi ini menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan Rapai Pase. Nek Muid berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan, tidak hanya di Tanjong Ceungai, tetapi juga di seluruh wilayah Aceh. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami dan menghargai warisan budaya yang telah diteruskan oleh leluhur mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun telah mencapai usia 71 tahun, Nek Muid masih sangat aktif dalam melestarikan tradisi Rapai Pase. Ia berharap, pemerintah dan masyarakat dapat mendukung upaya pelestarian budaya ini, sehingga Rapai Pase dapat terus hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki Nek Muid, tradisi Rapai Pase diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dari identitas dan kebudayaan Aceh.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1032345/perjalanan-nek-muid-dari-apied-saman-hingga-menjadi-syekh-rapai-pase-di-tanjong-ceungai, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *