Pemulihan Pasca Mastektomi: Proses dan Perawatan Kanker Payudara
Proses pemulihan pasca mastektomi menjadi perhatian penting bagi pasien kanker payudara. Mastektomi bukanlah akhir, melainkan awal dari proses adaptasi pasien terhadap perubahan fisik dan emosional, serta pemulihan kualitas hidup untuk kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri. Pasien masih harus menjalani rangkaian pemulihan pascatindakan.
Menurut dr. Dharmayanti Francisca Badudu, Sp.B(K) Onk, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi Mayapada Hospital Bandung, perawatan pascatindakan menjadi sangat penting karena pasien masih harus menjalani rangkaian pemulihan. Pada beberapa minggu pascaoperasi, fokus utama adalah pemulihan fisik yang paling mendasar, yaitu penyembuhan luka operasi, mengurangi rasa nyeri, serta mengembalikan pergerakan lengan dan bahu.
Tahap Evaluasi Klinis dan Terapi Lanjutan
Setelah pemulihan fisik, pasien akan memasuki tahap evaluasi klinis untuk menentukan perlu tidaknya terapi lanjutan, mulai dari kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, hingga terapi target. Setiap keputusan medis ini dirancang secara personal, menyesuaikan dengan jenis kanker, stadium, hasil pemeriksaan jaringan, hingga kondisi unik dari masing-masing pasien.
“Setiap keputusan medis ini dirancang secara personal, menyesuaikan dengan jenis kanker, stadium, hasil pemeriksaan jaringan, hingga kondisi unik dari masing-masing pasien,” ujar dr. Francisca dalam keterangannya.
Pemeriksaan Penunjang dengan Teknologi Pencitraan Kedokteran Nuklir
Pada beberapa kondisi, pemeriksaan penunjang dengan teknologi pencitraan Kedokteran Nuklir seperti PET-CT Scan atau SPECT-CT Scan dilakukan untuk menilai respons terapi maupun mendeteksi penyebaran baru atau kekambuhan penyakit. Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Lim Andreas, Sp.KN, menjelaskan bahwa akurasi teknologi PET-CT Scan atau SPECT-CT Scan kerap membuat masyarakat rela berobat ke luar negeri.
Namun, kebutuhan tersebut sekarang dapat terpenuhi di Tanah Air melalui Oncology Center Mayapada Hospital, termasuk layanan diagnosis canggih dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan yang tersedia di Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Teknologi ini memiliki kemampuan whole-body imaging, dengan hasil pencitraan lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, serta paparan radiasi lebih rendah (low radiation) dibandingkan teknologi serupa di Indonesia.
Penyesuaian Terhadap Perubahan Fisik dan Psikologis
Proses pemulihan pascamastektomi juga dapat mencakup penyesuaian terhadap perubahan fisik dan psikologis yang dialami pasien. Dalam proses tersebut, sebagian pasien mempertimbangkan tindakan rekonstruksi payudara untuk membentuk kembali kontur payudara. Tindakan ini dapat dilakukan pada waktu yang berbeda dan diperlukan konsultasi untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasien.
Dalam proses yang penuh tantangan tersebut, kehadiran Patient Navigator sebagai sosok pendamping sangat berarti bagi pasien dan keluarga, terutama dalam memahami tahapan perawatan, mengoordinasikan kebutuhan medis, serta mendampingi pasien selama masa pemulihan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Seiring kebutuhan penanganan kanker yang melibatkan berbagai aspek medis dan pendampingan berkelanjutan, layanan yang terintegrasi menjadi penting untuk membantu pasien menjalani proses perawatan secara menyeluruh. Mayapada Hospital memiliki layanan Oncology Center untuk penanganan kanker yang komprehensif melalui pendekatan patient-centered care dengan kolaborasi tim dokter multidisiplin dalam Tumor Board untuk memastikan penanganan yang komprehensif dan terpersonalisasi, teknologi advanced, serta komitmen We Walk Every Journey with C.A.R.E (Compassion, A…).
Kanker payudara masih menjadi ancaman bagi banyak orang, terutama wanita. Oleh karena itu, kesadaran dan pemahaman tentang proses pemulihan pasca mastektomi sangat penting. Dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang memadai, pasien kanker payudara dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih percaya diri dan efektif.