PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi, Jawa Barat, menghentikan operasional pabriknya setelah mengalami kerugian finansial yang beruntun. Penghentian produksi ini berdampak pada 178 karyawan yang kehilangan pekerjaan.
### Momen Penentu di Menit Akhir Penghentian operasional PT Namnam Fashion Industries di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah video suasana perpisahan para buruh viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak deretan pekerja wanita saling berpelukan dan menangis haru di koridor pabrik pada hari terakhir mereka bekerja. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda 1. Penghentian operasional PT Namnam Fashion Industries berdampak pada 178 karyawan yang kehilangan pekerjaan. 2. PT Namnam Fashion Industries mengalami krisis pesanan dalam jangka waktu yang cukup panjang, terutama sejak masa pandemi Covid-19 lima tahun lalu. 3. Penurunan volume order garmen di perusahaan tersebut terjadi berturut-turut sejak masa pandemi Covid-19 lima tahun lalu. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi, membenarkan adanya penghentian operasional pabrik yang berdampak pada puluhan tenaga kerja di wilayahnya. “Menurut informasi di lapangan memang ada PHK totalnya itu 178 orang.” “Katanya ada efisiensi kerugian, mereka udah enggak kuat memproduksi garmen, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya,” ujar Asep Jayadi saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026). Penelusuran Disnaker dilakukan untuk memastikan kebenaran klaim kerugian manajemen perusahaan serta memantau prosedur PHK agar berjalan sesuai regulasi ketenagakerjaan. Berdasarkan data DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Cimahi, PT Namnam Fashion Industries memang telah mengalami krisis pesanan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ketua DPC SPSI Kota Cimahi, Pepet Saeful Karim, menjelaskan bahwa penurunan volume order garmen di perusahaan tersebut terjadi berturut-turut sejak masa pandemi Covid-19 lima tahun lalu. “Betul telah terjadi PHK atau efisiensi pengurangan karyawan dikarenakan order PT Namnam terus berkurang dari tahun 2019. Puncaknya di tahun ini 2026 order drop khususnya di sektor garmen,” kata Pepet. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Penghentian operasional PT Namnam ini sebelumnya sempat menyita perhatian publik. Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan pihaknya akan memantau langsung perkembangan di lapangan dan memastikan tidak ada hak buruh yang diabaikan oleh manajemen perusahaan. “Nanti saya akan berkunjung langsung ke PT itu bagaimana terhadap masyarakat kita yang di-PHK. Kami akan berupaya bagi mereka yang di-PHK tidak dirugikan,” tegas Ngatiyana. Melalui penelusuran resmi yang dijalankan Disnaker bersama pihak serikat pekerja, Pemkot Cimahi berharap proses pemenuhan hak-hak 178 karyawan terdampak dapat diselesaikan secara transparan dan adil.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1180540/disnaker-cimahi-terjunkan-tim-ke-pt-namnam-telusuri-kepastian-phk-total-178-karyawan, without altering the facts of the original article.