Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
Kompetitif**Respon Keluhan, Perumda Parkir Denpasar Bali Jajaki Zona Drop Off Bebas Parkir di Kawasan Sekolah** Masyarakat Denpasar, Bali, masih banyak yang mengeluhkan adanya pungutan parkir di sekitar sekolah, meskipun kendaraan hanya berhenti sejenak untuk mengantar atau menjemput siswa. Maka, Perumda BPS (Badan Pengelola Sarana) Denpasar Bali melakukan tindak lanjut dengan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pembinaan terhadap petugas jasa layanan parkir. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sidak dipimpin Direktur Operasional Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Cokorda Gede Pramaitha, menyasar sejumlah titik layanan parkir di kawasan sekolah, di antaranya SMPN 3 Denpasar, SMPN 1 Denpasar, SMAN 1 Denpasar, SD Saraswati 1, SD Cipta Dharma, SD Santo Yoseph, SMP Santo Yoseph, SMA Santo Yoseph, hingga SMPN 10 Denpasar. Cokorda Gede Pramaitha mengatakan, sidak dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kualitas layanan parkir sekaligus memastikan petugas bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam pembinaan tersebut, petugas diingatkan agar memberikan pelayanan sesuai SOP, menerapkan tarif parkir hanya kepada pengguna jasa yang memang memanfaatkan fasilitas parkir. Juga membantu pengaturan parkir dan arus lalu lintas di sekitar sekolah agar tetap tertib dan lancar. “Petugas kami kembali diingatkan agar memberikan pelayanan sesuai ketentuan. Pengenaan tarif parkir hanya dilakukan kepada pengguna yang benar-benar mendapatkan layanan parkir,” ujar Cokorda, Sabtu, 18 Juli 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Selain melakukan pembinaan, Perumda BPS juga mulai menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama bersama pihak sekolah guna menghadirkan zona pemberhentian cepat (drop off zone) yang bebas biaya parkir. Zona tersebut nantinya diperuntukkan bagi kendaraan yang hanya berhenti sesaat untuk mengantar atau menjemput penumpang tanpa memanfaatkan area parkir. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk merealisasikan zona pemberhentian cepat bebas parkir. Harapannya, masyarakat yang hanya melakukan drop off tidak lagi terbebani biaya parkir, sementara ketertiban lalu lintas di sekitar sekolah tetap terjaga,” jelasnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pihaknya berharap langkah pembinaan dan rencana pembentukan zona drop off bebas parkir tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan parkir sekaligus memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang mengantar maupun menjemput anak di sekolah. Dengan demikian, kejadian-kejadian seperti ini dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat menikmati pelayanan yang lebih baik di kawasan sekolah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/denpasar/601522/respon-keluhan-perumda-parkir-denpasar-bali-jajaki-zona-drop-off-bebas-parkir-di-kawasan-sekolah, without altering the facts of the original article.