22 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Saksi bongkar kejanggalan di sidang kasus SPAM Pesawaran, praktik pinjam perusahaan untuk tutupi kerugian. Bagaimana modus operandi para terdakwa?

Saksi Bongkar Kejanggalan di Sidang Kasus SPAM Pesawaran

Kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pesawaran, Lampung, memasuki babak baru. Saksi-saksi yang juga terdakwa dalam kasus ini membongkar kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut, termasuk praktik “pinjam bendera” perusahaan dan kepemilikan stempel dinas secara ilegal.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Enan Sugiarto, terdakwa Adal Linardo mengaku bahwa dirinya hanya seorang pekerja serabutan tanpa sertifikat keahlian. Namun, dia nekat menakhodai proyek SPAM di Desa Pasar Baru dengan pagu fantastis mencapai Rp1,99 miliar. Untuk meloloskan syarat administrasi, Adal meminjam “bendera” atau legalitas perusahaan milik orang lain, yaitu CV Athifa Kayla.

🔖 Baca juga:
Waspada Deepfake: Aturan Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah Pengguna

Modus Operandi Pinjam Bendera Perusahaan

Adal Linardo menjadi yang pertama membuka suara tentang modus operandi pinjam bendera perusahaan. “Saya ini kontraktor serabutan, apa saja saya kerjakan. Latar belakang saya otodidak dan tidak ada sertifikat barang jasa. Surat kuasa dari CV Athifa Kayla sebenarnya tidak ada,” ungkapnya di ruang persidangan.

Urusan keuangan proyek tersebut dikelola oleh rekannya, Mahfud, sedangkan Adal hanya diberi upah Rp100 juta sebagai pengawas lapangan. Modus serupa juga diamini oleh terdakwa Syahril SE, yang mengaku mencatut nama CV Tubas Putra Sentosa setelah difasilitasi oleh oknum notaris atas komando Aldo Linardo.

Terdakwa Lainnya Akui Modus yang Sama

Terdakwa Syahril Anshori, pelaksana proyek SPAM di Desa Way Kepayang dan Desa Grujugan, juga mengakui bahwa dirinya memonopoli banyak nama perusahaan fiktif atau milik rekan sejawatnya setiap tahun agar memperbesar peluang memenangkan tender. Penyidik menemukan tumpukan stempel perusahaan hingga stempel asli milik instansi dinas terkait saat melakukan penggeledahan di rumahnya.

🔖 Baca juga:
Sarwendah Polisikan Kasus Fitnah, 5 Fakta Baru Terungkap

“Stempel (perusahaan) itu dibuat sendiri untuk tanda tangan. Kalau stempel dinas ada di saya, itu karena izin kedekatan pada saat registrasi badan usaha di LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi),” aku Syahril Anshori di hadapan majelis hakim tanpa canggung.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus ini menunjukkan bahwa ada praktik korupsi yang sistematis dalam pelaksanaan proyek SPAM di Kabupaten Pesawaran. Dengan modus pinjam bendera perusahaan dan kepemilikan stempel dinas secara ilegal, para terdakwa dapat memenangkan tender dan melaksanakan proyek tanpa memiliki keahlian yang memadai.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan pengendalian proyek-proyek pemerintah. Bagaimana proyek-proyek sebesar ini dapat dilaksanakan tanpa pengawasan yang efektif? Apa dampaknya bagi masyarakat jika proyek-proyek ini tidak dilaksanakan dengan baik?

🔖 Baca juga:
Profil Lengkap Komjen Syahar Diantono, Jebolan Akpol 1991 Seangkatan Kapolri

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepan, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus meningkatkan pengawasan dan pengendalian proyek-proyek pemerintah, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek.

Masyarakat juga harus turut serta dalam mengawasi pelaksanaan proyek-proyek pemerintah. Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus korupsi seperti ini dapat diminimalisir dan proyek-proyek pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik dan transparan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212682/pengakuan-mengejutkan-saksi-di-sidang-kasus-spam-pesawaran-pinjam-perusahaan, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *